Kali ini kita akan jalan-jalan ke Museum Batik Pekalongan, Sebenarnya saya sudah seringkali ke Pekalongan, karna kota tersebut adalah kota kelahiran saya. Masih banyak saudara dan juga masih ada “simbah” (kakek).
So.. kemarin hari sabtu,
tanggal 7 Maret 2015, jam 5 pagi saya minta
diantarkan ayah saya untuk ke
stasiun pasar senen. Sampai disana kira-kira jam 6
kurang, Sesampainya disana saya
melihat kereta Tawang Jaya sedang parkir dan beberapa
orang sudah pada naik.
Jam
6 pagi lewat 10 menit kereta jalan sampai dengan kira-kira pukul 11 siang
kereta Tawang Jaya berhenti di Stasiun Pekalongan,, akhirnya sampai juga di
Stasiun ini… stasiun pekalongan biasa disebut dengan THR atau singkatan dari
Taman Hiburan Rakyat…Jujur saya tidak bisa pipis dikereta, walaupun toiletnya lumayan bersih Cuma saya agak risih saja.
Keluar
stasiun, saya langsung mencari orang yang bisa saya tanyakan informasinya
tentang Museum Batik, yaaa… walaupun saya kelahiran Pekalongan, Ibu dan Bapak saya asli sini,
tetapi saya tidak pernah mengelilingi
kota Pekalongan,,hihihihiiii.. makanya saya sempatkan waktu untuk main kesini, niatnya si sendiri,
karna memang sendirian… sampai
akhirnya ketemu temen lama
yang datang dari Surabya..
eh iya,, saya dapat tiket kereta Tawang Jaya yang harganya lagi di subsidi loh yaitu cuma
Rp. 45.000..yeaaayy…
Dengan bertanya ke Bapak
tukang parkir, gimana caranya untuk ke pergi ke Museum Batik? Akhirnya dia
memberikan dua option; yang pertama
menggunakan becak, dengan biaya Rp. 20.000 saja kita sudah sampai di Museum
Batik. Dan yang kedua dengan naik angkutan umum, mobil warna orange jurusan BOM-THR kita bisa
langsung turun di depan Museum Batik dengan biaya Rp. 3.000. Saya putuskan naik angkutan umum, saya
nyebrang dari depan stasiun menuju angkutan umum tersebut yang sedang mangkal,
saya bilang ke supir angkutan umum tersebut “Om lewat Museum Batik Kan??”
langsung dijawab “lewat mbak, tapi mubeng yo mba” (mubeng=muter) tanpa mikir
lagi saya langsung naik “okee Om Ra popo” hehhehee….
Kira-kira 30 menit akhirnya sampai juga di Museum Batik, sebenernya letaknya tidak terlalu jauh, Cuma benar yang dibilang supir angkotnya, “mubeng-mubeng”.
Sampai
depan museum batik, langsung saya temui penjaga/resepsionist nya. Saya isi buku
tamu dan diberikan tiiket dengan membayar Rp 5.000, Museum Batik ini buka
setiap hari, hanya hari-hari besar saja tutupnya, buka dari Jam 8 pagi sampai
dengan jam 3 sore. Oh iya, saya langsung dipersilahkan masuk oleh Bapak penjaga
dan diberikan guide, dalam pikiran saya bayar 5000 dapat guide, apa bayar lagi ini?? Pas saya Tanya ternyata free,, itu memang fasilitasnya.Saya melihat-lihat area Museum Batik ini, ada 4 ruangan.. dimana masing-masing ruangan beda-beda isinya. Ruangan pertama saya melihat ada alat-alat untuk membatik, seperti canting, kain batik, dll. Selain alat-alat untuk membatik saya juga melihat bahan-bahan dasar untuk pembuatan warna batik, ada bahan dari kimia dan juga ada bahan dari alam. Semuanya tersusun rapi didalam etalase kaca yang bersih. Sayangnya saya tidak memfoto nya, karena memang dilarang.
Didalam ruangan kedua saya
melihat kain-kain batik yang benar-benar sungguh indah, batik yang di pamerkan
dalam ruangan ini juga bukan hanya batik dari pekalongan, tetapi batik dari Cirebon,
lasem, lampung, solo, yogya dan masih banyak dari Kota di Indonesia, dan
seinget saya juga ada batik dari luar negri, dari Malaysia kalau gak salah,
saya tidak mendokumentasinya karna memang tidak diperbolehkan.
Didalam ruangan ketiga saya
melihat pameran baju batik, baju-baju batik tersebut adalah baju sumbangan dari
mantan Presiden beserta istrinya yaitu Bapak SBY dan Ibu Ani. Selain dari Bapak
SBY juga ada sumbangan dari Wakil Presiden yaitu Bapak Budiono dan Istri.
Selain baju sumbangan disini juga ada Baju – baju yang terbuat dari kain Batik
Pekalongan yang diperlombakan.
Saya Tanya kepada guide nya “mas kapan ada Festival Batik di Pekalongan” mas nya bilang
tanggal 1 April Kota Pekalongan ulang tahun, jadi ya gak jauh dari tanggal
tersebut pasti ada Festival Batik
Diruangan ke empat, saya temukan sebuah dipan luas dengan
lengkapnya alat-alat membatik serta kain batiknya.
Dan yang lebih senangnya saya
diperbolehkan
membuat batik dari kain yang
sudah disediakan…horeee…
Akhirnya saya belajar memegang canting eh salah,
membatik maksudnya :D
Setelah puas jalan-jalan di
Museum Batik, saya mengecek HP saya
dan saya baru sadar ternyata
banyak panggilan dan juga pesan,
bahwa teman saya dari Surabaya
juga sudah sampai dan ingin melihat-lihat Museum
Batik, akhirnya saya menemani dia.. upss.. sampai kelupaan,
sebelum pergi meninggalkan Museum Batik saya foto-foto di Taman depan
Museum Batik, disana tempatnya sangat asri dan
terdapat tiang - tiang tulisan B-A-T-I-K,
seperti foto saya dibawah ini;
Kira-kira
jam 2 siang saya berdua.. (jadinya) karna ditemani teman dari Surabaya, saya
cari makan. Tadi saya pas dijalan melihat kuliner jadul yang terletak di daerah/jalan
keraton, tempat makan gitu sih…akhirnya
saya berdua naik becak
ketempat tersebut. Dengan
biaya becak Rp. 15.000
sampai ditempat makan ini,
perut saya keroncongan
sekali…hhihiiiii….

Makan
berdua cukup murah Rp. 34.000 kita sudah mendapatkan 2 porsi ayam bakar + nasi
+ air jeruk hangat.. :D
Makanan
Khas Pekalongan adalah sego megono atau nasi megono. Megono adalah nangka yang
di cacak/cincang halus dan di bumbui rempah-rempah dan direbus.
yaaa sudah kita
berdua jalan kaki..”seperti turis” hahahhahahahaaa…
Setelah
ini saya harus melanjutkan ke rumah simbah, rumah simbahku terletak di daerah
Kajen. Lumayan dari THR sekitar 1.5 jam kalau naik angkot. Akhirnya saya
berpisah dengan teman saya karna saya tidak bisa menemani dia jalan-jalan
dipekalongan kota lebih lama.. simbah saya sudah menunggu…hihihiiii….
Sebenarnya
selain Museum Batik di pekalongan terdapat kampung Batik, Pantai Pasir Kencana,
Linggo Asri, Wisata Arung Jeram Lolong dan beberapa tempat wisata menarik
lainnya, namun karena saya hanya 2 hari dipekalongan jadi saya tidak bisa
menyambangi tempat-tempat wisata lainnya.. buat agan-agan yang pada bingung
weekend nya mau kemana, coba deh ke Pekalongan, selain aksesnya mudah (bisa
buss/kereta) banyak tempat wisata yang keren pula…. Banyak pantai disana.
Kemarin saya balik ke Jakarta juga naik Buss Keramat Jati, cukup murah kok Cuma
Rp. 70.000, perjalanan yang ditempuh sekitar 8 jam, pergi jam 7 malam sampai
jam 3 subuh… walaupun melelahkan tapi senang sekali rasanya….huhuhuuuuhuuuu…
Ini
foto simbah ku.. umurnya sudah 94 tahun, tapi masih bisa berkebun….
Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan dan kebahagian di sisa
umurnmya.. aminnn……




bagus deh :D
BalasHapuswah seruuu bangeet ya mba bisa belajar ngebatik gitu! sayang cuma 2 hari yaa jd ga bisa eksplor ketempat2 lain. kapan2 kalau kerumah si mbah nya lagi aku ikut doong :D
BalasHapusboleh-boleh nov.. nanti kita atur waktunya..
HapusSeru juga jalan2 sama mbak Nuri, bisa melihat kota pekalongan lebih dekat beserta kerajinan batiknya 😊,
BalasHapusSelanjutnya jalan2 kemana lagi nih...
Terima Kasih Mas...
HapusHehehee..kemana ya.. belum terpikirkan :D
Wooowww kereeennn. 😱😱😱
BalasHapusKapan2 qt kesana bareng yuuu
Kamu jd tour guidenya yooo 😁😁😁
Indonesia is wonderfull 😎😎😎
Hohohh gegayaan niii
Boleh bepp.. nanti kita kesana,, tapi aku juga mau main kekampungmu yoo....
Hapuspengen ke air terjun yang sering kau ceritakan itu loh....
mau di ajak ke museum .... bareng yaaa http://bit.ly/womengadis
BalasHapusmba, kalau dari museum batik mau balik ke stasiun pekalongan naiknya apa? saya lagi rencana pengen ke museum batik nih hehe
BalasHapushi mba dian.. maaf ya baru respon, ada angkutan umum cuma nunggunya lama, mending naik becak aja mba...
Hapus